Tahapan Berbalas Pantun Adalah Simbol Bahwa Masyarakat Betawi?

Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang dipelajari seluruh tingkatan sekolah, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Pertama/ SMP. Salah satu contoh soal SMP kelas VII yakni “tahapan berbalas pantun adalah simbol bahwa masyarakat Betawi?”.

Materi tersebut penting dipelajari karena salah satu suku yang melestarikan pantun sebagai karya sastra dan budaya Indonesia adalah Betawi. Jika ingin tahu apa jawaban dari pertanyaan diatas beserta pembahasannya, berikut ini adalah penjelasannya:

Pertanyaan

Tahapan berbalas pantun adalah simbol bahwa masyarakat Betawi?

A. Senang bersilaturahmi.

B. Ramah dan rendah hati.

C. Terbuka terhadap budaya.

D. Memiliki selera humor yang tinggi.

Jawaban

Dari pertanyaan diatas, jawaban yang benar yaitu d. memiliki selera humor yang tinggi. Perihal jawaban a, b, dan c tak tepat karena berbagai poin tersebut tidak merujuk pada fungsi pantun yang biasa dibawakan oleh masyarakat betawi saat prosesi palang pintu.

Pembahasan

Untuk pertanyaan diatas, jawaban yang tepat yaitu d. Memiliki selera humor yang tinggi. Pasalnya, masyarakat Betawi menerapkan budaya berbalas pantun tidak hanya turut melestarikan budaya tetapi juga merepresentasikan kejenakaan yang dimiliki masyarakatnya.

Mengenal Budaya Pantun dalam Masyarakat Betawi

Kelompok masyarakat yang kental dengan budaya pantun adalah Betawi. Pasalnya, seluruh kalangan Betawi berbudaya berpantun, baik kalangan atas hingga bawah.

Bahkan, hingga kini tradisi berpantun pada masyarakat Betawi masih eksis. Meskipun begitu, prosesnya hanya ada saat adanya event dan dikalangan terbatas.

Kultur pantun yang begitu populer dan masih lestari hingga sekarang ini adalah tradisi palang pintu saat acara pernikahan khas betawi. Tradisi ini dilakukan oleh pihak pengantin perempuan dan pria yang saling berbalas pantun.

Budaya yang unik ini merepresentasikan betapa besarnya orang tua dalam melindungi putrinya sebelum dipinang. Selain itu, tradisi pantun khas betawi juga masih diterapkan di padepokan silat maupun sanggar seni, seperti lenong.

Terlepas apapun event-nya, sifat dari pantun masyarakat betawi pasti mengandung humor. Pemilihan kata serta maksud dalam pantunnya sangat unik sehingga membuat yang mendengarnya pun tertawa.

Fungsi Pantun dalam Masyarakat Betawi

Dari ulasan di atas bisa diketahui jika budaya pantun begitu lekat dengan masyarakat Betawi. Selain itu, pantun juga memiliki berbagai fungsi bagi suku Betawi, yakni sebagai berikut:

1. Untuk Merayakan Acara Tradisional

Seperti yang diulas sebelumnya jika pantun masih lestari hingga sekarang. Namun, penggunaannya semakin terbatas atau hanya jika ada acara tertentu.

Adapun ragam acara Betawi yang masih mengaplikasikan budaya pantun adalah pernikahan, pentas kesenian lenong, khitanan, dan lain sebagainya. Fungsi pantun dalam acara tersebut adalah bersifat menghibur.

2. Ungkapan Humor

Berbeda dengan jenis pantun lainnya, di Betawi, pantunnya berisi lelucon. Permainan katanya lebih umum dan bersifat keseharian. Meskipun isi pesannya tentang nasihat, namun cara pengungkapannya bersifat banyolan.

Itulah mengapa tahapan berbalas pantun adalah simbol bahwa masyarakat betawi memiliki selera humor yang tinggi. Hal ini berbeda dengan pantun nasihat yang umumnya bentuknya kaku.

3. Pelestarian Budaya Lokal

Budaya pantun termasuk cara agar budaya lokal Betawi senantiasa lestari. Dengan penggunaan serta pengenalan pantun pada generasi yang lebih muda, maka tradisi ini akan selalu ada dan tetap menjadi jati diri budaya betawi.

Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan “tahapan berbalas pantun adalah simbol bahwa masyarakat betawi…” jawabannya adalah d. memiliki selera humor yang tinggi. Pasalnya, pemilihan kata dan pesan pantunnya mengundang gelak tawa.

Tinggalkan komentar